Program Studi Arsitektur UIN STS Jambi Kupas Pola Gerakan Shalat Dalam Desain Arsitektur Melalui Webinar

LP2M UIN Jambi Kolaborasi Bersama Program Studi Arsitektur Selenggarakan Webinar dengan UIN Alaudin Makassar

JAMBI, 7 agustus 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi kembali menggelar seri webinar hasil penelitian ke-87 pada hari Kamis, 7 Agustus. Webinar kali ini mengangkat judul pada bidang Arsitektur Islami, yaitu “Aplikasi Pola Gerakan Shalat dalam Desain Arsitektur”.

Acara yang dimoderatori oleh Shinta Oktaviana, S.T., M.P.W.K., dosen Arsitektur UIN STS Jambi, ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gerakan shalat dapat menjadi inspirasi dalam mendesain bentuk dan ruang arsitektur secara inovatif.

Webinar ini menghadirkan St. Aisyah Rahman, S.T., M.T., seorang Dosen Arsitektur dari UIN Alauddin Makassar. Dalam paparannya, St. Aisyah menjelaskan konsep desain masjid berbasis modular-parametrik yang simulasinya diolah dari empat gerakan utama shalat: berdiri, rukuk, sujud, dan duduk.

“Gerakan shalat bukan hanya ritual, tetapi menyimpan nilai geometris, kinestetik, dan simbolik yang dapat diterjemahkan menjadi bentuk arsitektur dinamis,” jelas St. Aisyah Rahman. “Melalui pemodelan digital menggunakan software seperti Rhinoceros & Grasshopper, ritme gerak shalat diolah menjadi elemen spasial dan struktural yang menyatu secara fungsional.”

Lebih lanjut, konsep ini bertujuan untuk mewujudkan ruang yang sinestetik, di mana interaksi antara tubuh, cahaya, material, dan alam dapat membangkitkan pengalaman spiritual yang mendalam. Cahaya, sebagai representasi wudhu, menjadi elemen pemandu tubuh dalam merasakan ruang yang sakral.

Pendekatan desain ini, menurut St. Aisyah, bersandar pada kekuatan ilmiah dan logis dari warisan arsitektur Islam, namun tetap terbuka pada perkembangan teknologi desain generatif masa kini.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam webinar adalah aspek inklusivitas. “Masjid yang dihasilkan dari konsep ini bukan hanya tempat ritual, tetapi juga ruang komunal yang menyatukan nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Sangat penting untuk memperhatikan aksesibilitas bagi kaum difabel serta kesetaraan ruang ibadah,” tegasnya.

Webinar ini berhasil menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat dikemas secara ilmiah, rasional, dan diterima secara luas, membuktikan bahwa spiritualitas dapat menjadi sumber inspirasi yang kuat untuk menciptakan arsitektur yang kontemporer, responsif, dan bermakna. (Hannifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899